Jumat, 19 Juli 2013

CSR Tanggung jawab Sosial Perusahaan pada PT. PLN



Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.

Skala dan sifat keuntungan dari CSR untuk suatu organisasi dapat berbeda-beda tergantung dari sifat perusahaan tersebut. Banyak pihak berpendapat bahwa amat sulit untuk mengukur kinerja CSR, walaupun sesungguhnya cukup banyak literatur yang memuat tentang cara mengukurnya. Misalnya literatur Orlizty, Schmidt, dan Rynes yang menemukan suatu korelasi positif walaupun lemah antara kinerja sosial dan lingkungan hidup dengan kinerja keuangan perusahaan.

Secara umum, alasan terkait bisnis untuk melaksanakan biasanya berkisar satu ataupun lebih dari argumentasi di bawah ini:
  • Sumberdaya Manusia
Program CSR dapat berwujud rekruitmen tenaga kerja dan memperjakan masyarakat sekitar. Lebih jauh lagi CSR dapat dipergunakan untuk menarik perhatian para calon pelamar pekerjaan, terutama sekali dengan adanya persaingan kerja di antara para lulusan. Akan terjadi peningkatan kemungkinan untuk ditanyakannya kebijakan CSR perusahaan, terutama pada saat perusahaan merekruit tenaga kerja dari lulusan terbaik yang memiliki kesadaran sosial dan lingkungan.
  • Manajemen Risiko
Manajemen risiko merupakan salah satu hal paling penting dari strategi perusahaan. Reputasi yang dibentuk dengan susah payah dapat saja musnah dalam sekejap melalui insiden seperti skandal korupsi atau tuduhan melakukan perusakan lingkungan hidup. Membentuk suatu budaya kerja yang "mengerjakan sesuatu dengan benar", baik itu terkait dengan aspek tata kelola perusahaan, sosial, maupun lingkungan--yang semuanya merupakan komponen CSR--pada perusahaan dapat mengurangi risiko terjadinya hal-hal negatif tersebut.
  • Membedakan Merek
Di tengah hiruk pikuknya pasar maka perusahaan berupaya keras untuk membuat suatu cara penjualan yang unik sehingga dapat membedakan produknya dari para pesaingnya di benak konsumen. CSR dapat berperan untuk menciptakan loyalitas konsumen atas dasar nilai khusus dari etika perusahaan yang juga merupakan nilai yang dianut masyarakat. Pada CSM, perusahaan memilih satu atau beberapa isu--biasanya yang terkait dengan produknya--yang bisa disokong penyebarluasannya di masyarakat, misalnya melalui media campaign. Dengan terus menerus mendukung isu tersebut, maka lama kelamaan konsumen akan mengenali perusahaan tersebut sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian pada isu itu. 

Segmen tertentu dari masyarakat kemudian akan melakukan pembelian produk perusahaan itu dengan pertimbangan kesamaan perhatian atas isu tersebut. Perusahaan menyatakan akan menyumbangkan sejumlah dana tertentu untuk membantu memecahkan masalah sosial atau lingkungan dengan mengaitkannya dengan hasil penjualan produk tertentu atau keuntungan yang mereka peroleh. Dengan demikian, segmen konsumen yang ingin menyumbang bagi pemecahan masalah sosial dan atau lingkungan, kemudian tergerak membeli produk tersebut. Mereka merasa bisa berbelanja sekaligus menyumbang.
  • Ijin Usaha
Perusahaan selalu berupaya agar menghindari gangguan dalam usahanya melalui perpajakan atau peraturan. Dengan melakukan sesuatu 'kebenaran" secara sukarela maka mereka akan dapat meyakinkan pemerintah dan masyarakat luas bahwa mereka sangat serius dalam memperhatikan masalah kesehatan dan keselamatan, diskriminasi atau lingkungan hidup maka dengan demikian mereka dapat menghindari intervensi.
  • Motif Perselisihan Bisnis
Kritik atas CSR akan menyebabkan suatu alasan dimana akhirnya bisnis perusahaan dipersalahkan. Contohnya, ada kepercayaan bahwa program CSR seringkali dilakukan sebagai suatu upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat atas masalah etika dari bisnis utama perseroan.

Contoh Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Sebagai contoh tanggung jawab sosial perusahaan yaitu pada perusahaan PT. PLN (Persero).

Dalam kerangka CSR, PT. PLN (Persero) sebagai suatu perusahaan seyogianya tidak hanya memiliki perhatian pada aspek ekonomi, namun juga pada aspek sosial dan lingkungan.  Perhatian ini secara eksplisit telah dinyatakan dalam visi dan misi PT. PLN (Persero).  Akan tetapi, PT. PLN (Persero) dituntut tidak hanya sekedar memperhatikan ketiga aspek tersebut, lebih dari itu sampai sejauh mana PT. PLN (Persero) telah menempatkan suatu keseimbangan diantara ketiga aspek tersebut dalam aktivitasnya, karena ketiganya sesungguhnya saling tergantung dan saling mempengaruhi secara sistem.  Untuk menjawab hal tersebut, PT. PLN (Persero) perlu melaksanakan CSR.  Sampai sejauh ini PT. PLN (Persero) telah mengimplementasikan CSR.  Visinya, “terwujudnya keharmonisan hubungan PLN dengan masyarakat sehingga akan menunjang keberhasilan kegiatan PLN dalam menyediakan tenaga listrik bagi masyarakat”.  

Misi CSR PLN adalah :
- Membantu pengembangan dan kemampuan masyarakat agar dapat berperan dalam pembangunan
- Berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan jalan program community empowerment
- Berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan
- Berperan aktif dalam mendorong tenaga listrik untuk meningkatkan kualitas hidup dengan jalan penggunaan listrik pada siang hari untuk industri rumah tangga dan pengembangan desa mandiri enrgi, dan
- Berperan aktif dalam menjaga kesinambungan lingkungan melalui pelestarian alam.

Pada arah kebijakan program, implementasi CSR PLN dikategorikan sebagai kebijakan komersial dan sosial.  Dalam kebijakan komersial CSR PLN diarahkan kepada :
- Menjamin penyediaan tenaga listrik yang andal dan berkualitas
- Memperbaiki efisiensi
- Memperoleh laba untuk menjamin kelangsungan bisnis, dan
- Pembinaan lingkungan dan mitra. 

Selanjutnya, dalam kebijakan sosial diarahkan kepada:
- Penyediaan tenaga listrik untuk semua lapisan masyarakat dan semua daerah, dan
- Tarif diatur supaya terjangkau masyarakat.

Dalam mengimplementasikan CSR, PT. PLN (Persero) baik secara internal maupun eksternal akan dipengaruhi “faktor-faktor apa yang mendorong PT. PLN (Persero) melaksanakan CSR ?”  Sampai sejauh ini, apapun jawaban mengenai faktor-faktor tersebut di atas baik yang bersifat internal maupun eksternal, diperkirakan erat kaitannya dengan :
- CSR masih diartikan berbeda-beda oleh banyak pihak
- Miskonsepsi terhadap CSR
- Perdebatan antara CSR sebagai tanggung-jawab yang mandatori atau voluntary
- Pertanyaan, sampai sejauh mana korelasi antara kinerja sosial dan lingkungan perusahaan dengan kinerja finansialnya
- Kecenderungan bahwa investasi sosial perusahaan dapat menimbulkan moral hazard berupa perilaku korup lembaga-lembaga pemerintah, dan
- Pertanyaan, apakah CSR sama dengan community development.

Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, CSR secara konseptual dan empiris bersifat komprehensif.  Manajer dan staf PT. PLN (Persero) dalam konteks CSR dituntut tidak hanya pada satu bidang tertentu saja, namun menuntut kemampuan untuk berfikir secara sistem (system thinking), yaitu memiliki perspektif bahwa CSR bagian dari sistem, saling bergantung dengan unit-unit lain dalam sistemnya meliputi lingkungan, masyarakat, konsumen, karyawan, pemasok, pemerintah, dan stakeholder lainnya.Dengan memiliki pemahaman ini, diharapkan PT. PLN (Persero) akan mampu merancang dan mengimplementasikan CSR secara strategik.  Artinya, mampu menjadi solusi terhadap masalah sosial dan lingkungan yang ada, dan pada saat yang sama mampu mendukung pencapain tujuan perusahaan dengan lebih efektif dan efisien dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.



TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR)
Rangkuman tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan ( CSR )
Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
Konsep tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibiliy (CSR), muncul sebagai akibat adanya kenyataan bahwa pada dasarnya karakter alami dari setiap perusahaan adalah mencari keuntungan semaksimal mungkin tanpa memperdulikan kesejahteraan karyawan, masyarakat dan lingkungan alam. Seiring dengan dengan meningkatnya kesadaran dan kepekaan dari stakeholder perusahaan maka konsep tanggung jawab sosial muncul dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang.
Hal ini mengharuskan perusahaan untuk membuat keseimbangan antara kepentingan beragam pemangku kepentingan eksternal dengan kepentingan pemegang saham, yang merupakan salah satu pemangku kepentingan internal dan CSR merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarganya.

PERUSAHAAN YANG SUDAH MENERAPKAN ( CSR )
SALAH SATUNYA ADALAH PT. PLN ( Persero )

VISI
Terwujudnya keharmonisan hubungan PT PLN (Persero) dengan masyarakat sehingga akan menunjang keberhasilan kegiatan PT PLN (Persero) dalam menyediakan tenaga listrik bagi masyarakat.

MISI
• Membantu pengembangan kemampuan masyarakat agar dapat berperan dalam pembangunan
• Berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan jalan program Community Empowering
• Berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan
• Berperan aktif dalam mendorong tersedianya tenaga listrik untuk meningkatkan kualitas hidup dengan jalan penggunaan listrik pada siang hari untuk Industri Rumah Tangga dan pengembangan desa mandiri energi.
• Berperan aktif dalam menjaga kesinambungan lingkungan melalui pelestarian alam

PERLINDUNGAN TERHADAP PELANGGAN
Dalam kondisi keterbatasan keuangan, PT PLN (Persero) tetap berupaya memberikan perlindungan terhadap Pelanggan dengan melaksanakan prioritas layanan kepada masyarakat. PT PLN (Persero) selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan listrik calon pelanggan mulai dari kelas rumah tangga, usaha atau bisnis,industri dan umum.
Peningkatan kualitas layanan yang dimaksud, antara lain:
• Peningkatan mutu produk berupa keandalan pasokan listrik, tegangan dan frekuensi listrik sesuai dengan standar yang ditetapkan termasuk kecukupan pasokan listrik.
• Peningkatan akurasi pencatatan meter pemakaian listrik kWh, kVARh.
• Peningkatan mutu layanan di mana seluruh jajaran karyawan PT PLN (Persero) memperlakukan pelanggan sebagai mitra bisnis.


Program Kemitraan BUMN dengan Usaha kecil dan Bina Lingkungan
Meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperluas lapangan kerja dengan mengimplementasikan praktik GCG guna memposisikan perusahaan yangmemiliki makna keberadaan di masyarakat (lingkungan) yang pada akhirnya dapat meningkatkan citraperusahaan.
Tujuan Pelaksanaan Program Bina Lingkungan (PBL)/ program Partisipasi Pemberdayaan Lingkungan (P3L):
1. Untuk meningkatkan citra PT PLN (Persero) dan untuk mendapatkan dukungan keberadaan PLN.
2. Untuk meningkatkan kesejahteraan serta melakukan penyuluhan agar masyarakat sekitar instalasi PLN ikut mengamankan dan merasa memiliki instalasi tersebut.
PROGRAM KEMITRAAN (PK)
Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil selanjutnya disebut PK adalah Program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri. Adapun dana PK bersumber dari:
1. Penyisihan laba setelah pajak sebesar 1% sampai dengan 3%.
2. Hasil bunga pinjaman, bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Kemitraan setelah dikurangi beban operasional.
3. Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain, jika ada.
Program Kemitraan merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).
dari PT PLN (Persero) terhadap Mitra Binaan/Masyarakat berupa penyediaan tenaga listrik di area sekitar kegiatan Perusahaan serta mempunyai obyek Mitra Binaan yaitu Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UKM).
Pada tahun 2008, jumlah mitra binaan adalah 26.775 dengan total penyaluran sebesar Rp 227.113.034.078

PROGRAM BINA LINGKUNGAN
Diberikan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah usaha PLN dalam bentuk kegiatan berupa Community Relation, Community Service, Community Empowerment serta bantuan pelestarian alam.


Jenis kegiatan program bina lingkungan adalah sebagai berikut:
1. Community Relations: adalah kegiatan-kegiatan menyangkut pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi kepada Para Pihak yang terkait (pemangku kepentingan)
2. Community Services : adalah program bantuan yang diberikan dengan pelayanan masyarakat atau kepentingan umum.
Dana Program Partisipasi Pemberdayaan Lingkungan untuk tahun 2008 sebesar Rp 45.000.000.000,-

LINGKUNGAN HIDUP
Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya PT PLN (Persero) selalu berusaha untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup.
Program kegiatan yang telah dan sedang dilaksanakan PLN di bidang lingkungan hidup, antara lain:
• Melaksanakan kebijakan umum perusahaan bidang lingkungan hidup.
• Mengikuti program peduli lingkungan global/pelaksanaan Clean Development Mechanism (CDM).
• Melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang pengelolaan lingkungan hidup.
Sebanyak 34 unit PLN tersebar diseluruh Indonesia telah mendapat sertifikat ISO 14001 dan sebanyak 12 Unit telah mendapat sertifikat Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3).

Jumat, 05 April 2013

PERAN ETIKA DALAM PENGGUNAAN IT


Etika berasal dari bahasa Yunani ethikos yang berarti timbul dari kebiasaan. Etika mencakup analisis dan penerapan nilai-nilai seperti benar, salah, baik, buruk dan tanggung jawab. Etika dan moral harus diterapkan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Meski berupa dunia digital, teknologi informasi dan komunikasi hanyalah media yang dikendalikan oleh manusia. Salah satu contoh penerapan etika dalam teknologi informasi dan komunikasi adalah etiket atau etika dan sopan santun berkomunikasi melalui Internet. Meski komunikasi melalui Internet banyak terjadi melalui tulisan dan simbol, namun pengguna Internet harus menjaga tutur katanya dan menerapjan etika yang baik. Jika seseorang memiliki etika yang baik, maka orang tersebut juga memiliki moral yang baik. Begitu juga sebaliknya. Dalam hal penggunaan perangkat lunak, etika serta moral berkaitan erat dengan hak seseorang, yakni pembuat perangkat lunak tersebut.
Pembuat perangkat lunak telah bekerja keras untuk berkarya sehingga hasil karyanya itu patut dihargai dan dilindungi dengan undang-undang. Indonesia sebagai negara hukum memiliki undang-undang yang mengatur hak atas kekayaan intelektual. Selain memperhatikan etika dan moral, penggunaan komputer dan alat-alat teknologi informasi dan komunikasi lainnya harus juga memperhatikan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja. Penggunaan perangkat keras yang tidak sesuai prosedur dapat mendatangkan dampak negatif bagi pengguna. Dalam dunia kerja, terlebih dunia kerja yang sifatnya massal dan besar, faktor-faktor kesehatan dan keselamatan kerja perlu diperhatikan dengan saksama.
Sebagai warga negara yang baik, sudah sepantasnya kita menghargai hak cipta orang lain, misalnya dengan cara berikut :
  1. Selalu menggunakan perangkat lunak yang legal dan berlisensi. Legal dan berlisensi tidak selalu berarti kita harus membayar untuk mendapatkannya. Sebagai contoh, kita dapat menggunakan sistem opdrasi Linux yang legal dan berlisensi tanpa harus membayar
  2. Tidak melakukan penggandaan software-software ilegal.
  3. Selalu menggunakan perangkat lunak untuk hal-hal positif.
  4. Tidak mengubah atau memodifikasi program komputer yang memang tidak boleh diubah atau dimodifikasi oleh pembuatnya.
  5. Tidak menyalahgunakan perangkat lunak untuk berbagai hal yang melanggar hukum. 

Tugas Sinopsis CYBERCRIME



 Sinopsis/Rangkuman Film THE NET 

 

Film ini menceritakan seorang yang hidup di era informasi dimana teknologi berkembang pesat menjadikan informasi dapat diakses dengan mudah. Angela Bennett yang diperankan oleh Sandra Bullock hidupnya didominasi oleh komputer sebagai alat komnikasi dengan luar lewat internet. Segala apa yang dilakukan atau kebutuhannya dilakukan lewat jaringan internet.

Segala yang dilakukan oleh Angela Bennett memanfaatkan jaringan internet. Mulai memesan pizza, memanggil FedEx untuk mengirim barang, sampai memesan tiket pesawat dilakukan dengan bantuan internet. Dengan begitu Angela Bennett sangat mudah menghubungi rekan kerjanya sekaligus menjalankan pekerjaannya sebagai analis program di Los Angles pada sebuah perusahaan di bagian security internet network.

Namun dari kemudahan yang dijalani oleh Angela Bennett bukan berarti tidak ada resikonya. Tindakan kriminal dunia maya yang biasa disebut cyber crime ini biasa terjadi apabila tidak ada security yang kuat terhadap system di suatu jaringan internet. Angela Bennett mengalami hal tersebut. Berawal dari disket kiriman dari rekannya bernama Dale, dimana disket tersebut berisikan hal yang mencurigakan seperti bug atau celah di security sebuah instansi. Kejahatan terencana mulai menjalankan rencana yang mengakibatkan Dale terbunuh agar celah pada software security tidak menyebar .

Saat Angela Bennett pergi berlibur, ia bertemu dengan Jack Davlin yang bukan lain orang samaran untuk mencuri disket kiriman dari Dale yang berisikan celah sebuah security. Ternyata segala kegiatan Angela Bennett dimonitor oleh Jack Davlin sehingga Jack Davlin dapat mengenal baik tentang kebiasaannya. Tidak berhenti dari sana, Jack Davlin memalsukan identitas Angela Bennett dengan cara meng-hack database yang berisikan identitas Angela Bennett setelah Jack Davlin gagal membunuhnya. Dengan begitu ia semakin terpojok dan rekannya yang menolong ikut menjadi korban.  

Ternyata kejahatan tersebut merupakan rencana besar Jeff Gregg dengan Gregg Microsystemnya untuk menguasai data rahasia lewat software ciptaannya yang digunakan oleh suatu instansi. Setelah Dale terbunuh, Angela Bennett satu-satunya orang yang  mengetahui tentang celah security software buatan Gregg Microsystem. Namun dengan kecerdasan Angela Bennett, Jeff Gregg dapat ditangkap oleh FBI sebelum sodtwarenya digunakan oleh instansi penting lainnya di Amerika Serikat.
Cerita film “The Net” sangatlah kompleks, dimana pembuat film berusaha menyajikan konflik yang kompleks di jaringan internet. Dengan adanya celah pada internet memungkinkan seseorang dapat memanfaatkan celah tersebut menjadi jalur intai untuk melihat privasi seseorang. Dalam cerita ini, Angela Bennett merupakan seorang yang tidak pernah berinteraksi langsung dengan dunia luar. Angela Bennett hanya berhubungan lewat nternet yang sebenarnya media komnikasi yang tidak aman untuk menyimpan privasi seseorang. 

Analisis Dalam Film THE NET Menurut Pandangan Saya :
Banyak hal yang saya tangkap tentang pesan apa yang ingin disampaikan oleh pembuat film. Salah satunya adalah tentang cyber comunity, bahwa komunitas ini sangat mudah berkomnukasi namun masih banyak kelemahan yang dihadapi. Kelemahan tersebut yaitu masalah privasi seseorang dan rekayasa informasi yang rawan terjadi di dunia cyber. 
Banyak sekali yang harus diwaspadai dari resiko yang akan diterima oleh komunitas cyber. Ini jelas terjadi pada Angela Bennett yang tidak dapat melindungi privasinya sendiri pada film diatas. Celah yang sangat mungkin terjadi di dunia maya karena dunia maya hanyalah rekayasa orang, yang berarti dapat direkayasa ulang.

Minggu, 06 Januari 2013

Kiat Dugem Aman

1. Taati hukum
Ketahui hukum di negara tempat Anda berada. Kebanyakan negara menetapkan 18 tahun sebagai usia minimum untuk membeli atau meminum alkohol. Beberapa tempat dugem menerapkan aturan usia minimum bagi pengunjung.

Ada juga negara yang menerapkan larangan membeli alkohol bagi muslim seperti di Brunei. Di Uruguay, bahkan penjualan alkohol dilarang di atas pukul 00.00. Periksalah hal-hal seperti ini sebelum pergi ke tempat dugem.

2. Identitas
Bila Anda dugem di luar negeri, sebaiknya membawa identitas diri karena petugas berhak menanyakan identitas tamunya. Kecuali Anda penduduk tetap suatu negara dan sudah memiliki KTP setempat, sebaiknya bawa paspor karena itu berlaku internasional dan berbahasa Inggris.

3. Kontrol diri
Jika Anda gemar mengonsumsi alkohol, pastikan untuk tidak melewati batas yang membuat kontrol diri hilang. Mabuk-mabukan sampai tak sadar atau jadi mudah terpancing emosi dan berbuat onar sama sekali tidak ada serunya. Jangan sampai menyesali sesuatu yang Anda lakukan saat tidak sadar dan merusak acara liburan. Anda juga wajib tahu kemampuan fisik diri sendiri dalam menerima kadar alkohol.

4. ‘Pub Crawl’
Bila Anda menginap di hostel terutama di negara barat, selalu ada acara yang disebut pub crawl, alias bersama-sama mengunjungi beberapa pub dalam semalam. Kegiatan ini sering jadi salah satu nilai jual sebuah hostel.

Biasanya pihak hostel menyediakan pemandu untuk mengantar para tamu ke pub-pub yang lagi populer di kota tersebut. Anda hanya perlu membayar apa yang Anda konsumsi selama acara tersebut. Bila Anda belum mau pulang bersama pemandu, jangan lupa beritahukan sebelumnya agar tidak merepotkan tamu-tamu lainnya.

5. Transportasi
Hal penting yang perlu dipikirkan saat dugem di tempat asing adalah transportasi. Karena jamnya yang aneh, kendaraan umum seperti bus dan kereta api kemungkinan besar sudah tidak beroperasi. Jadi jangan lupa cek apakah aksesnya sampai ke tempat dugem tujuan atau tidak, dan pastikan kendaraan tersebut masih beroperasi pada waktu selesai dugem.

Kalau perlu pasang alarm di arloji Anda agar tepat pulang mengejar transportasi. Di negara maju, jadwal transportasi umum sudah pasti tepat waktu. Jika tempat dugem susah taksi atau transportasi umum lainnya, lebih baik sewa kendaraan yang bisa stand by selama Anda dugem.

6. Keamanan
Namanya saja dugem, tentunya dimulai larut malam dan berakhir dini hari, waktu rawan kriminalitas. Cari info dari berbagai sumber untuk memilih tempat dugem yang aman dan “bersih”. Selalu dengarkan nasihat orang lokal yang lebih tahu keadaan.

Untuk keamanan diri sendiri, hindari pemakaian perhiasan yang berlebihan dan bawalah uang secukupnya saja. Paling tidak cukup uang untuk biaya masuk, beberapa gelas minuman dan ongkos pulang-pergi.

Kalau perlu, minta seseorang yang bisa dipercaya dari penginapan untuk menemani, tentunya seluruh biaya dan tip menjadi tanggungan Anda.

Tip Mengolah Daging Steak




Hidangan steak adalah berbagai jenis daging, biasanya daging sapi, yang diolah tanpa butuh waktu lama dan hanya menggunakan bumbu yang sederhana.

Namun terdapat kendala tersendiri dalam mengolah hidangan steak ini agar dapat empuk.

Berikut tip-tip mengolah hidangan steak oleh Winda, pemilik Holycow yang merupakan resto steak yang cukup dikenal di Jakarta, saat ditemui pada yang acara perkenalan cabang terbaru di Sabang, Kamis (20/12/2012) kemarin.

1. Jenis Daging
"Tidak semua jenis daging bisa diolah menjadi steak. Saya lebih memilih daging import karena teksturnya cocok buat steak," ucap Winda. Hal ini dikarenakan, daging lokal memiliki tekstur yang cocok untuk dimasak dengan waktu lama seperti rendang, sedangkan steak cukup butuh waktu 2-3 menit.

2. Cara Penyimpanan
Daging sebaiknya disimpan dalam keadaan beku, agar tidak merusak daging tersebut. Namun apabila saat ingin dipanggang, biarkan daging hingga suhu normal.

3. Cara Penanganan
Daging sapi berbeda dengan daging ayam dalam penanganannya. Daging sapi tidak boleh terkena air, karena akan berubah warnanya. Karena itu cukup dilap dengan tisu dapur.

4. Cara memasak
Pada dasarnya memanggang steak tidak butuh waktu lama, karena terdapat beberapa pilihan tingkat kematangan steak tersebut. "Steak biasanya dipanggang dengan griller, tapi sebaiknya jangan pakai arang, karena arang memiliki sifat kasiogenik yang kurang sehat," tambah Winda. Selain itu, jangan memasak dalam keadaan daging dingin atau pemanggang terlalu panas, karena akan menghasilkan daging dengan bagian luar gosong dan bagian dalamnya belum matang.